Kamis, 12 Februari 2026

Arum Sabil Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kwarda Pramuka Jatim Siap Lanjutkan Periode Kedua

 



Bondowoso – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, kembali menegaskan komitmennya dalam mengemban amanah organisasi pada pelantikan Kwarda Pramuka Jatim periode 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 11 Pebruari 2026


Dalam sambutannya, Arum menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, yang hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kwarnas, Bachtiar Utomo. Kehadiran jajaran pimpinan nasional tersebut dinilai menjadi suntikan semangat bagi pengurus Kwarda Jatim untuk menjalankan program kerja lima tahun ke depan.


Tak hanya itu, Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, juga turut hadir dalam agenda pelantikan tersebut. Arum mengapresiasi kehadiran Emil yang dinilainya menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan Gerakan Pramuka di Jawa Timur.




Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab), termasuk dari Bondowoso, yakni Ketua Kwarcab As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Kwarcab Awwaluddin Yudha I, serta Kapusdiklatcab Siti Achya.


Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Arum menegaskan kesiapan Kwarda Pramuka Jatim untuk terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda. Ia berharap seluruh jajaran dan pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan serta bimbingan agar Pramuka Jatim mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Rabu, 11 Februari 2026

KWARCAB BONDOWOSO TURUT SUKSESKAN SEDEKAH OKSIGEN PERINGATI HPN DAN HUT PWI KE-80

Bondowoso – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso turut menyukseskan Gerakan Sedekah Oksigen yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-80. Kegiatan ini digelar di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, tepatnya di sekitar kawasan Rest Area Kampung Kopi Kluncing (11/02/26).

 

Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem alam sebagai warisan bagi generasi mendatang. Selain itu, gerakan ini menjadi bukti komitmen PWI Bondowoso dalam mendukung pelestarian lingkungan di wilayah Bondowoso.

 

        Apel pembukaan kegiatan yang di pimpin oleh Setda Bondowoso

 

Sekretaris Daerah Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I, yang mewakili Bupati Bondowoso, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya nyata menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, pelestarian lingkungan yang melibatkan berbagai organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta meminimalkan potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

 

Ia menambahkan, penanaman dan pelestarian lingkungan melalui gerakan “sedekah oksigen” memiliki manfaat besar bagi kehidupan saat ini maupun generasi mendatang. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus melestarikan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, upaya menjaga alam diharapkan tidak hanya membawa manfaat di dunia, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang bernilai di akhirat.

 

       Peserta perwakilan kwarcab bondowoso bersama Adm. Perhutani Bondowoso

 

Terlihat juga yang hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Forkopimda Kabupaten Bondowoso, Ketua PCNU Bondowoso dan pimpinan OPD beserta organinasi yang terlibat dalam acara tersebut berbaur menanam bibit pohon di lokasi yang telah di tentukan.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bondowoso. Melalui kolaborasi berbagai pihak, upaya sederhana seperti penanaman pohon diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi kualitas udara, keselamatan lingkungan, serta keberlangsungan hidup generasi mendatang.


(Pewarta : ybs_7409)

Senin, 09 Februari 2026

Membentuk Karakter Lewat Serunya Persami di KOARMADA II Surabaya

 


Bondowoso – Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Bondowoso mengirimkan delapan perwakilan terbaik Pramuka Penegak untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang digelar pada 7–8 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di atas Kapal Perang Makassar 590 milik Komando Armada II (Koarmada II) TNI AL, Kota Surabaya.


Delapan peserta tersebut merupakan perwakilan dari delapan pangkalan terpilih, terdiri dari empat putra dan empat putri. Mereka adalah Gavrila Regina Azalia (SMAN 1 Tenggarang), Mochammad Aril Lutfi (SMKN 4 Bondowoso), Chantika Rhaissya Wijaya (SMKN 2 Bondowoso), Farrel Haris Dwi Oktrans (SMAN Tamanan), Marcel Samuel Risal (SMAN 1 Prajekan), Moch. Farel Aldiansyah (SMKN 3 Bondowoso), Dina Maria Ulfa (SMKN 1 Bondowoso), dan Ana Diana Lestari (SMAN 2 Bondowoso). Para peserta didampingi oleh Kak Awwaluddin Yudha Iswanto sebagai perwakilan anggota Kwarcab Bondowoso.


Persami ini diikuti sekitar 400 peserta Pramuka Penegak dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Antusiasme peserta tampak tinggi sejak awal kegiatan, terlebih karena lokasi perkemahan yang tidak biasa, yakni di dalam kapal perang aktif milik TNI Angkatan Laut.


Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang berlangsung khidmat pada Sabtu pagi di Kwartir Daerah (Kwarda) Surabaya. Usai apel, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk diberangkatkan menuju Koarmada II. Setibanya di lokasi, para peserta diarahkan untuk berbaris dan bersiap memasuki area kapal.


Upacara pembukaan resmi dilaksanakan di area terbuka depan kapal perang. Penyematan pita warna sebagai tanda peserta dilakukan secara simbolis. Meski berada di bawah terik matahari, semangat peserta tetap menyala mengikuti seluruh rangkaian acara.


Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi edukatif dan pembentukan karakter. Materi tersebut meliputi bela negara dan wawasan nusantara, bimbingan penggunaan media sosial, kepemimpinan, Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa, bahaya narkoba, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), survival dan pionering, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Peraturan Dinas Dalam (PDD) khas TNI AL, hingga psikologi lapangan.


Salah satu agenda yang paling ditunggu adalah Malam Akrab. Kegiatan ini diawali dengan penampilan fashion show seragam TNI AL yang berhasil mencuri perhatian peserta. Acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan dari perwakilan empat kompi, mulai dari menyanyi, tari, puisi, yel-yel, hingga bela diri. Di penghujung malam, seluruh peserta berkumpul melingkar di depan kapal untuk menyanyikan lagu perpisahan bersama, menciptakan suasana haru penuh tawa dan kebersamaan.


Keesokan paginya, peserta mengikuti olahraga pagi dan senam bersama yang dipandu oleh perwakilan peserta dan anggota TNI AL, kemudian dilanjutkan dengan apel pagi. Kegiatan makan bersama juga menjadi pengalaman berharga, di mana peserta menikmati hidangan menggunakan empreng khas TNI AL di kantin dalam kapal. Setelah makan, peserta diwajibkan mencuci sendiri peralatan makan sebagai bentuk pembelajaran kemandirian dan tanggung jawab.


Salah satu peserta asal Bondowoso, Gavrila Regina Azalia, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman tersebut. “Ini pertama kalinya aku kemah di dalam kapal perang yang besar dan berada di atas laut. Pemandangannya juga keren, bisa lihat langsung Jembatan Suramadu. Senang banget bisa kumpul bareng Pramuka Penegak dari daerah lain, jadi nambah banyak teman,” ujarnya.

 


Kak Awwaluddin Yudha Iswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi pembinaan generasi muda. “Persami ini menjadi sarana pembentukan karakter Pramuka Penegak agar memiliki jiwa disiplin, mandiri, serta wawasan bela negara dan kemaritiman. Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi bekal bagi adik-adik untuk menjadi generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan berlandaskan Pancasila,” ujarnya.


Kegiatan Persami ditutup pada Minggu siang dengan upacara penutupan dan pelepasan tanda peserta secara simbolis. Sebelum kembali ke Kwarda Surabaya, peserta diajak mengikuti tur ke area KRI dan Monjaya sebagai penutup rangkaian kegiatan.


Melalui kegiatan ini, panitia berharap dapat membentuk karakter generasi muda yang berwawasan bela negara, berjiwa maritim, disiplin, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Persami ini juga menjadi sarana pengkaderan remaja bangsa agar tumbuh menjadi generasi emas Indonesia di masa depan.


Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak anggota Pramuka yang merasakan pengalaman berharga dan tak terlupakan dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme sejak dini.





Perkuat Jiwa Korsa, 35 Pelatih Pembina Pramuka Ikuti Pitaran Pelatih 2026: 'Beras Bersih Karena Saling Bergesekan'

 


Kwartir Cabang – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya pelatih, Kwartir Cabang melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) sukses menyelenggarakan kegiatan Pitaran Pelatih Tahun 2026 pada Minggu, 08 Februari 2026.


Kegiatan yang diikuti oleh 35 pelatih berpengalaman ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Binawasa, Kak Drs. Jarimin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan pembaruan kapasitas bagi para pelatih di era digital.


Ketua Pusdiklatcab sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Kak Siti Achya, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa Pitaran Pelatih tahun ini mengusung tiga tujuan utama:

  1. Meningkatkan Jiwa Korsa: Menyamakan persepsi dan mengembangkan potensi diri antar pelatih.
  2. Problem Solving: Berbagi metode dan media pelatihan untuk mengatasi kendala teknis di lapangan.
  3. Update Kapasitas: Memastikan kemampuan pelatih tetap kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Agenda inti kegiatan diisi dengan pendalaman materi Pola Segmental dalam Diklat Kepramukaan. Tidak hanya teori, para peserta juga langsung mempraktikkan penerapan pola DORA (Experiential Learning), sebuah metode pembelajaran berbasis pengalaman yang dinamis.



Suasana semakin kompetitif namun akrab saat masuk ke sesi simulasi media. Sebanyak sepuluh media pembelajaran inovatif ditampilkan dan diuji coba langsung oleh para peserta guna melihat efektivitasnya dalam Kursus Kepramukaan.



"Peserta sangat menikmati proses penerapan Metode Kepramukaan ini. Di sini berlaku prinsip saling Asah, Asih, dan Asuh. Ibarat beras, mereka menjadi bersih bukan karena ditumbuk sendirian, melainkan karena saling bergesekan dengan teman sejawatnya," ungkap Kak Siti Achya merefleksikan kebersamaan para pelatih.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelatih yang kembali ke pangkalan masing-masing dapat membawa semangat baru dan metode yang lebih segar untuk mencetak generasi pramuka yang unggul.