Bondowoso – Kwartir Cabang
(Kwarcab) Pramuka Bondowoso mengirimkan delapan perwakilan terbaik Pramuka
Penegak untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang digelar
pada 7–8 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di atas Kapal Perang Makassar
590 milik Komando Armada II (Koarmada II) TNI AL, Kota Surabaya.
Delapan peserta tersebut
merupakan perwakilan dari delapan pangkalan terpilih, terdiri dari empat putra
dan empat putri. Mereka adalah Gavrila Regina Azalia (SMAN 1 Tenggarang),
Mochammad Aril Lutfi (SMKN 4 Bondowoso), Chantika Rhaissya Wijaya (SMKN 2 Bondowoso),
Farrel Haris Dwi Oktrans (SMAN Tamanan), Marcel Samuel Risal (SMAN 1 Prajekan),
Moch. Farel Aldiansyah (SMKN 3 Bondowoso), Dina Maria Ulfa (SMKN 1 Bondowoso),
dan Ana Diana Lestari (SMAN 2 Bondowoso). Para peserta didampingi oleh Kak
Awwaluddin Yudha Iswanto sebagai perwakilan anggota Kwarcab Bondowoso.
Persami ini diikuti sekitar 400
peserta Pramuka Penegak dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Antusiasme peserta tampak tinggi sejak awal kegiatan, terlebih karena lokasi
perkemahan yang tidak biasa, yakni di dalam kapal perang aktif milik TNI Angkatan
Laut.
Kegiatan diawali dengan apel
pembukaan yang berlangsung khidmat pada Sabtu pagi di Kwartir Daerah (Kwarda)
Surabaya. Usai apel, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk diberangkatkan
menuju Koarmada II. Setibanya di lokasi, para peserta diarahkan untuk berbaris
dan bersiap memasuki area kapal.
Upacara pembukaan resmi
dilaksanakan di area terbuka depan kapal perang. Penyematan pita warna sebagai
tanda peserta dilakukan secara simbolis. Meski berada di bawah terik matahari,
semangat peserta tetap menyala mengikuti seluruh rangkaian acara.
Selama dua hari pelaksanaan,
peserta dibekali berbagai materi edukatif dan pembentukan karakter. Materi
tersebut meliputi bela negara dan wawasan nusantara, bimbingan penggunaan media
sosial, kepemimpinan, Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa, bahaya narkoba,
pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), survival dan pionering, Peraturan
Baris-Berbaris (PBB), Peraturan Dinas Dalam (PDD) khas TNI AL, hingga psikologi
lapangan.
Salah satu agenda yang paling
ditunggu adalah Malam Akrab. Kegiatan ini diawali dengan penampilan fashion
show seragam TNI AL yang berhasil mencuri perhatian peserta. Acara dilanjutkan
dengan berbagai penampilan dari perwakilan empat kompi, mulai dari menyanyi,
tari, puisi, yel-yel, hingga bela diri. Di penghujung malam, seluruh peserta
berkumpul melingkar di depan kapal untuk menyanyikan lagu perpisahan bersama,
menciptakan suasana haru penuh tawa dan kebersamaan.
Keesokan paginya, peserta
mengikuti olahraga pagi dan senam bersama yang dipandu oleh perwakilan peserta
dan anggota TNI AL, kemudian dilanjutkan dengan apel pagi. Kegiatan makan
bersama juga menjadi pengalaman berharga, di mana peserta menikmati hidangan
menggunakan empreng khas TNI AL di kantin dalam kapal. Setelah makan, peserta
diwajibkan mencuci sendiri peralatan makan sebagai bentuk pembelajaran
kemandirian dan tanggung jawab.
Salah satu peserta asal
Bondowoso, Gavrila Regina Azalia, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman
tersebut. “Ini pertama kalinya aku kemah di dalam kapal perang yang besar dan
berada di atas laut. Pemandangannya juga keren, bisa lihat langsung Jembatan
Suramadu. Senang banget bisa kumpul bareng Pramuka Penegak dari daerah lain,
jadi nambah banyak teman,” ujarnya.
Kak Awwaluddin Yudha Iswanto
menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi pembinaan generasi muda.
“Persami ini menjadi sarana pembentukan karakter Pramuka Penegak agar memiliki
jiwa disiplin, mandiri, serta wawasan bela negara dan kemaritiman. Harapannya,
pengalaman ini bisa menjadi bekal bagi adik-adik untuk menjadi generasi muda
yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan berlandaskan Pancasila,” ujarnya.
Kegiatan Persami ditutup pada
Minggu siang dengan upacara penutupan dan pelepasan tanda peserta secara
simbolis. Sebelum kembali ke Kwarda Surabaya, peserta diajak mengikuti tur ke
area KRI dan Monjaya sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, panitia
berharap dapat membentuk karakter generasi muda yang berwawasan bela negara,
berjiwa maritim, disiplin, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat
berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Persami ini juga menjadi sarana pengkaderan
remaja bangsa agar tumbuh menjadi generasi emas Indonesia di masa depan.
Ke depan, diharapkan kegiatan
serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak anggota Pramuka yang
merasakan pengalaman berharga dan tak terlupakan dalam membentuk karakter,
kepemimpinan, dan nasionalisme sejak dini.